Rincian Usaha Ternak Ayam Kampung untuk Pemula agar Sukses

Rincian usaha ternak ayam kampung – Seperti yang kita tahu, daging ayam merupakan salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia. Selain memiliki rasa yang sangat lezat, daging ayam pun dapat diolah dengan berbagai cara mulai dari digoreng, dibakar, dipenyet, dan sebagainya. 

Meski demikian, ada juga orang yang alergi dengan daging ayam potong sehingga lebih memilih ayam kampung yang dinilai lebih menyehatkan. Hal ini juga yang menyebabkan ayam kampung lebih mahal jika dibandingkan dengan ayam potong. Selain bebas dari obat-obatan, ayam kampung juga membutuhkan waktu yang relatif lebih lama hingga dagingnya dapat dipanen. 

Rincian Usaha Ternak Ayam Kampung untuk Pemula agar Sukses


Oleh karena itu, bagi Anda yang tertarik untuk menjadi pengusaha ternak ayam kampung, pada kesempatan ini akan diulas secara terperinci mengenai rincian modal serta prospek pendapatan yang dapat Anda peroleh dari ternak ayam kampung. 

Perkiraan Modal Usaha Ternak Ayam Kampung 


Salah satu langkah yang tak boleh Anda lewatkan dalam menjalankan usaha ternak ayam kampung adalah besaran modal yang dibutuhkan dalam memulai usaha tersebut. Tujuannya yakni agar calon peternak dapat memperkirakan modal hingga menghitung jangka waktu agar modal tersebut kembali. Meskipun rincian modal yang diulas pada kali ini tidak memiliki kepastian yang mutlak, namun setidaknya Anda dapat mendapatkan sedikit gambaran sebelum menjalankan ternak ayam kampung. Adapun rincian usaha ternak ayam kampung dalam bidang modal adalah sebagai berikut :

Modal Tetap Usaha Ternak Ayam Kampung

Modal tetap merupakan modal yang harus dikeluarkan dalam memulai sebuah usaha. Modal tetap meliputi pembelian peralatan usaha ternak ayam kampung. Rinciannya adalah:

 1Peralatan Pembangunan Kandang Bambu  Rp. 700.000
 2Pembelian Peralatan Makan dan Minum Ayam  Rp. 500.000 
 3Terpal Penutup Kandang Ayam                                 Rp. 600.000
 4Biaya Operasional Tukang dalam Pembuatan Kandang      Rp. 450.000 

Dengan perhitungan modal di atas, maka kisaran modal tetap usaha ternak ayam kampung adalah sebesar Rp. 2.250.000/tahun.

Biaya Operasional Ternak Ayam Kampung

Untuk biaya operasional, beberapa hal yang mencakup di dalamnya adalah pembelian bibit ayam kampung, pakan, serta biaya vaksin dan vitamin. Rinciannya adalah:

 1Bibit ayam kampung 600 ekor @5.500  Rp. 3.300.000 
 2Pakan ayam 600 kg @5.000                  Rp. 3.000.000 
 3Vitamin ayam selama 1 tahun  Rp. 300.000
 4Vaksinasi ayam selama 1 tahun  Rp. 700.000 
 5 Biaya pegawai selama 12 bulan (500.000/bulan)  Rp. 6.000.000 
 6 Biaya Listrik  Rp. 400.000

Jadi perkiraan total biaya operasional yang dibutuhkan untuk usaha ternak ayam kampung adalah sebesar Rp. 13.700.000/tahun. 

Dengan kata lain, rincian usaha ternak ayam kampung dari mulai modal dan biaya operasionalnya adalah sebesar Rp. 2.250.000 + Rp. 13.700.000 = Rp. 15.950.000/tahun. 

Perkiraan Keuntungan Bisnis Ternak Ayam Kampung

Setelah mengetahui besaran modal yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha ternak ayam kampung, Anda juga harus melakukan analisis terkait keuntungan yang didapatkan terkait usaha ini. Namun sebelum membahas tentang keuntungan, Anda harus memahami asumsi berikut ini.

Lama waktu perawatan ayam kampung mulai dari pembelian bibit hingga panen adalah sekitar 2 bulan. Dengan total bibit ayam kampung mencapai 600 ekor/tahun, maka setiap 2 bulan Anda dapat membeli bibit secara bertahap sebanyak 100 ekor. Selain itu, diasumsikan bahwa hanya terdapat sekitar 90% ayam kampung yang berhasil dipanen karena berbagai alasan misalnya sakit atau mati dalam jangka 2 bulan tersebut. Jadi perhitungan rincian usaha ternak ayam kampung adalah sebagai berikut:

  • Pendapatan hasil menjual ayam kampung @Rp 46.000 x 100 ekor x 90% = Rp 4.140.000 setiap 2 bulan.
  • Sedangkan pendapatan total usaha ternak ayam selama 1 tahun adalah sebesar Rp 4.140.000 x 6 kali panen = Rp 24.840.000/tahun 
  • Jadi pendapatan bersih yang dapat Anda peroleh dari usaha ternak ayam di tahun pertama adalah sebesar Rp 24.840.000 – Rp 15.950.000 = Rp 8.890.000. Dengan kata lain, uang untuk modal sudah dapat kembali pada bulan ke 8 atau pada masa panen ke 4.

Perhitungan pendapatan di atas mengikuti asumsi bahwa Anda melakukan ternak selama 1 tahun saja. Padahal untuk modal tetap, yakni pembuatan kandang dan sebagainya, asumsi rata-ratanya dapat bertahan selama 3 tahun. Dengan begitu, pada tahun ke 2 dan ke 3, Anda dapat memperoleh penghasilan bersih sebesar:

Rp (2 x Rp 24.840.000) – (2 x Rp 13.700.000) = Rp 22.280.000

Jadi, selama 3 tahun menjalankan usaha ternak ayam, Anda dapat memperoleh keuntungan sebesar Rp 8.900.000 + 22.280.000 = Rp 31.180.000 dan rata-rata pendapatan bersih selama 3 tahun adalah:

  • Pertahun : Rp 31.180.000 / 3 = Rp 10.394.000
  • Perbulan : Rp 866.000/bulan 
Itulah rincian usaha ternak ayam kampung yang harus Anda pertimbangkan. Pada perhitungan di atas, sudah termasuk risiko kematian ayam atau gagal panen sebanyak 10% ayam kampung tiap kali musim panen. Dengan kata lain, apabila setiap panen 100% ayam kampung berhasil dipanen, maka Anda dapat memperoleh pendapatan yang lebih besar lagi.

Tips dalam Menjalankan Usaha Ternak Ayam Kampung


Setelah mengetahui rincian usaha ternak ayam kampung, Anda juga harus memahami tips-tips terkait usaha tersebut agar dapat sukses mulai dari awal hingga akhir. Adapun tips berternak ayam kampung yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:

Kumpulkan Informasi dari Berbagai Sumber

Tips yang pertama, Anda harus mengumpukan informasi sebanyak mungkin terkait dengan usaha ternak ayam kampung mulai dari bagaimana memilih bibit sehat, perawatan, hingga cara panen yang tepat. Dalam hal ini, carilah informasi dari internet, buku, ataupun datang langsung ke peternak ayam kampung. Sedangkan untuk membeli bibit, disarankan bagi Anda agar membeli bibit ayam kampung pada penjual yang terpercaya sehiingga mengurangi risiko kegagalan panen.

Selalu Perhatikan Kebersihan Kandang Ayam

Tips kedua, Anda harus memperhatikan kebersihan kandang ayam dengan baik. Hal ini karena semakin bersih kandang yang digunakan untuk beternak, maka semakin sehat pulalah ayam kampung tersebut. Dalam menjaga kebersihan kandang, Anda dapat secara rutin membersihkan kandang setiap 2 kali dalam seminggu. Selain itu, perhatikan pula sirkulasi udara serta cahaya matahari di dalam kandang. Jangan membuat kandang yang terlalu pengap sehingga menjadikan ayam ternak tidak sehat.

Memberikan Pakan yang Cukup pada Ayam

Tips ketiga, berikan pakan yang sesuai untuk ayam kampung yang Anda ternak. Sekedar informasi, jangan terlalu banyak memberikan pakan karena terkadang ayam akan mudah sakit jika terlalu banyak makan. Oleh karena itu, takaran pakan dan minum ayam setiap hari harus sesuai.

Rutin Memberikan Vaksin dan Vitamin pada Ayam

Tips yang terakhir, selalu rutin memberikan vitamin serta melakukan vaksin terhadap ayam-ayam ternak. Hal ini bertujuan agar ayam tidak mudah terserang penyakit selama berada di dalam kandang. Selain itu, tubuh ayam juga dapat tumbuh dengan cepat.

Demikian beberapa tips dalam beternak ayam kampung yang harus diperhatikan. Semoga ulasan tentang rincian usaha ternak ayam kampung di atas bermanfaat bagi Anda.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel